Dari Batusangkar ke Puing Galodo, 75 Relawan Tanah Datar Bergerak ke Arosuka

Dari Batusangkar ke Puing Galodo, 75 Relawan Tanah Datar Bergerak ke Arosuka

KabaSumbar - Ada saat ketika kemanusiaan tidak cukup diucapkan dengan simpati. Ia harus diwujudkan dengan langkah kaki.

Ketika galodo menyisakan lumpur, puing dan kesedihan di sejumlah wilayah Kabupaten Solok, 75 relawan dari Tanah Datar memilih menempuh perjalanan menuju lokasi bencana. Mereka meninggalkan rumah dan keluarga, membawa apa yang mereka punya: tenaga, kepedulian dan sepotong harapan untuk mereka yang sedang mencoba bangkit.

Para relawan berangkat dari halaman Gedung Indojolito Batusangkar, Senin (28/9/2026). Tiga hari ke depan, tangan-tangan itu akan bekerja di tengah sisa-sisa bencana - mengangkat material, membersihkan rumah dan perkantoran, serta mendampingi warga terdampak.

Mereka mungkin tidak mampu menghapus seluruh luka akibat galodo. Tetapi setidaknya, mereka ingin memastikan tak ada warga Solok yang merasa menghadapi bencana seorang diri.
 
Masa tugas tersebut dapat diperpanjang apabila kondisi di lapangan masih membutuhkan tambahan tenaga.

Wakil Bupati (Wabup) Tanah Datar, Ahmad Fadly, menyampaikan apresiasi atas kepedulian para relawan yang bersedia meninggalkan keluarga dan aktivitas masing-masing untuk turun langsung membantu masyarakat terdampak bencana.

“Saya atas nama kepala daerah sangat mengapresiasi kepedulian yang ditunjukkan oleh bapak dan ibu para relawan. Kehadiran para relawan kami harapkan dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Kabupaten Solok pasca terjadinya bencana banjir bandang. Mudah-mudahan setiap usaha dan pengabdian ini diganjar pahala oleh Allah SWT,” ujar Wabup.

Ia meminta seluruh relawan tetap membangun komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan secara berkala menyampaikan perkembangan kondisi di lapangan.

Menurutnya, koordinasi menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas kemanusiaan, terlebih dalam situasi pascabencana yang membutuhkan kehati-hatian dan kerja bersama.

“Terus jaga komunikasi, utamakan keselamatan diri sendiri dan jangan bertindak sendirian. Yang terpenting, jaga kekompakan, jaga nama baik serta selalu berhati-hati. Patuhi arahan ketua tim. Kami menantikan semua kembali pulang dalam keadaan sehat,” pesannya.

Ahmad Fadly juga mengingatkan agar seluruh relawan menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan. Sebab, kehadiran mereka di tengah masyarakat terdampak bukan semata-mata soal tenaga yang diberikan, tetapi juga tentang menghadirkan dukungan moril bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit.

“Laksanakan tugas dengan ikhlas. Kehadiran satgas bukan sekadar bantuan tenaga, tetapi juga menjadi harapan dan penghibur di tengah kesedihan. Terima kasih kepada keluarga yang telah melepas dan memberikan kepercayaan kepada para relawan untuk menjalankan tugas kemanusiaan ini,” katanya.

Panggilan Nurani

Sementara itu, Kalaksa BPBD Tanah Datar Syofian mengatakan, 75 personel yang diberangkatkan merupakan gabungan Satgas FRPB dan Satgas PB dari 15 nagari.

Para relawan tersebut dijadwalkan menjalankan tugas selama tiga hari. Namun, masa penugasan dapat diperpanjang menyesuaikan kebutuhan dan perkembangan kondisi di lapangan.

“Tujuan kehadiran kita di sana adalah untuk membantu dan meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir bandang. Semoga keberadaan relawan Tanah Datar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Solok,” ungkapnya.

Syofian menegaskan, keberangkatan para relawan tersebut lahir dari panggilan kemanusiaan. Bahkan, biaya keberangkatan dan kebutuhan selama menjalankan misi tersebut dilakukan secara swadaya oleh masing-masing relawan.

Di tengah puing-puing yang ditinggalkan galodo, mereka datang bukan sekadar membawa tenaga. Mereka membawa pesan bahwa ketika bencana datang, rasa sepenanggungan tidak mengenal batas nagari maupun kabupaten. (reyhan)

Dari Batusangkar ke Puing Galodo 75 Relawan Tanah Datar Bergerak ke Arosuka